Showing posts with label manfaat. Show all posts
Showing posts with label manfaat. Show all posts

Friday, December 12, 2014

ASSALAMMUALAIKUM WR.WB KAMI HADIR UNTUK MEMBANTU ANDA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN DAN GANGGUAN GAIB YANG TERJADI PADA ANDA, KELUARGA ATAUPUN TEMAN ANDA

JENIS PENGOBATAN ANTARA LAIN :
  1. Pemagaran Gaib seperti : Pagar Diri, Pagar Rumah, Kantor, Tempat Usaha.
  2. Penglaris Segala Usaha
  3. Pemanis
  4. Pemikat
  5. Penunduk
  6. Pengasihan
  7. Buka Aura seperti : Pembukaan Aura Tanpa khodam, Pembukaan Aura dengan khodam
  8. Suami/Istri Tidak Jadi Bercerai
  9. Mengunci Pasangan
  10. Memisahkan Pasangan
  11. Butuh Pelet Seseorang
  12.  Pengobatan Serangan Gaib seperti : Santet, Teluh, Guna-guna/Pelet
  13. Pemenangan Tender/ Proyek/ Penawaran
  14.  Pengaktifan Cakra Mahkota
  15. KAMIPUN BISA MENGISIKAN KHODAM YANG SIAP DI ISIKAN KE DALAM TUBUH SEPERTI :
a.       Khodam Rajawali
b.      Khodam Garuda  
c.       Khodam Garuda Emas,
d.      Khodam Kera Putih
e.       Khodam Macan Putih
f.       Khodam Macan Kumbang ,
g.      Khodam Macan Emas
h.      Khodam Griffin (Singa Berkepala Elang)
i.        Khodam Naga (Emas, Putih, Merah, Hitam, Hijau)
j.        Khodam Kyai Tanah Jawa / Khodam kyai Lainya
k.      Khodam Bisa Di Gunakan Untuk Merasakan aura disekitar,Mendeteksi dan Berkomunikasi dengan Ghaib secara Kebathinan, Bisa Mengobati kesurupan, Wibawa, menetralisir Tempat angker Dan yang terpenting dengan perantara khodam  bisa untuk mendekatkan diri kepada YANG MAHA KUASA. Dan bisa juga mengisikan Khodam Khodam lain sesuai keinginan Kalian.

Sunday, December 7, 2014

DIMAHARKAN MANI GAJAH

DIMAHARKAN MANI GAJAH CAIR DAN
KRISTAL.



KEGUNAAN : dilihat orang menarik dan menawan, menambah kewibawaan dan kharisma, menambah daya tarik diri terhadap lawan jenis yg melihatnya, memantapkan bicara supaya pembicaraan mudah diterima orang, membuat lawan jenis menjadi penasaran ingin tahu, menundukkan dan meluluhkan atasan, melancarkan usaha jual beli dagangan dll.
BAGI YANG MAU MEMINANG BISA LANGSUNG HUB PIN 7FA0FF75

Sunday, May 25, 2014

PENGERTIAN DOA.

JANGANLAH KERANA KELAMBATAN MASA PEMBERIAN TUHAN KEPADA KAMU, PADAHAL KAMU TELAH BERSUNGGUH-SUNGGUH BERDOA, MEMBUAT KAMU BERPUTUS ASA, SEBAB ALLAH MENJAMIN UNTUK MENERIMA SEMUA DOA, MENURUT APA YANG DIPILIH-NYA UNTUK KAMU, TIDAK MENURUT KEHENDAK KAMU, DAN PADA WAKTU YANG DITENTUKAN-NYA, TIDAK PADA WAKTU YANG KAMU TENTUKAN.

Apabila kita berkehendak mendapatkan sesuatu sama ada duniawi mahupun ukhrawi maka kita akan berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Jika usaha kita tidak mampu memperolehinya kita akan meminta pertolongan daripada orang yang mempunyai kuasa. Jika mereka juga tidak mampu membantu kita untuk mencapai hajat kita maka kita akan memohon pertolongan daripada Allah s.w.t, menadah tangan ke langit sambil air mata bercucuran dan suara yang merayu-rayu menyatakan hajat kepada-Nya.

Selagi hajat kita belum tercapai selagi itulah kita bermohon dengan sepenuh hati. Tidak ada kesukaran bagi Allah s.w.t untuk memenuhi hajat kita. Sekiranya Dia mengurniakan kepada kita semua khazanah yang ada di dalam bumi dan langit maka pemberian-Nya itu tidak sedikit pun mengurangi kekayaan-Nya.

Andainya Allah s.w.t menahan dari memberi maka tindakan demikian tidak sedikit pun menambahkan kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Jadi, dalam soal memberi atau menahan tidak sedikit pun memberi kesan kepada ketuhanan Allah s.w.t. Ketuhanan-Nya adalah mutlak tidak sedikit pun terikat dengan kehendak, doa dan amalan hamba-hamba-Nya.
Dan Allah berkuasa melakukan apa yang di kehendaki-Nya. ( Ayat 27 : Surah Ibrahim ) Semuanya itu tunduk di bawah kekuasaan-Nya. ( Ayat 116 : Surah al-Baqarah )

Ia tidak boleh ditanya tentang apa yang Ia lakukan, sedang merekalah yang akan ditanya kelak. ( Ayat 23 : Surah al-Anbiyaa’ )

Sebahagian besar daripada kita tidak sedar bahawa kita mensyirikkan Allah s.w.t dengan doa dan amalan kita. Kita jadikan doa dan amalan sebagai kuasa penentu atau setidak-tidaknya kita menganggapnya sebagai mempunyai kuasa tawar menawar dengan Tuhan, seolah-olah kita berkata, “Wahai Tuhan! Aku sudah membuat tuntutan maka Engkau wajib memenuhinya. Aku sudah beramal maka Engkau wajib membayar upahnya!” Siapakah yang berkedudukan sebagai Tuhan, kita atau Allah s.w.t?

Sekiranya kita tahu bahawa diri kita ini adalah hamba maka berlagaklah sebagai hamba dan jagalah sopan santun terhadap Tuan kepada sekalian hamba-hamba. Hak hamba ialah rela dengan apa juga keputusan dan pemberian Tuannya.

Doa adalah penyerahan bukan tuntutan. Kita telah berusaha tetapi gagal. Kita telah meminta pertolongan makhluk tetapi itu juga gagal. Apa lagi pilihan yang masih ada kecuali menyerahkan segala urusan kepada Tuhan yang di Tangan-Nya terletak segala perkara. Serahkan kepada Allah s.w.t dan tanyalah kepada diri sendiri mengapa Tuhan menahan kita dari memperolehi apa yang kita hajatkan? Apakah tidak mungkin apa yang kita inginkan itu boleh mendatangkan mudarat kepada diri kita sendiri, hingga lantaran itu Allah s.w.t Yang Maha Penyayang menahannya daripada sampai kepada kita?

Bukankah Dia Tuhan Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang lagi Maha Mengetahui.
Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan Tadbiran-Nya, lagi Maha Mendalam Pengetahuan-Nya. ( Ayat 14 : Surah al-Mulk )
Dialah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, (dan Dialah jua) yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. ( Ayat 18 : Surah at-Taghaabun )
Apa sahaja ayat keterangan yang Kami mansuhkan (batalkan), atau yang Kami tinggalkan (atau tangguhkan), Kami datangkan ganti yang lebih baik daripadanya, atau yang sebanding dengannya. Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu? ( Ayat 106 : Surah al-Baqarah )

Allah s.w.t Maha Halus (Maha Terperinci/Detail), Maha Mengerti dan Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Allah s.w.t yang bersifat demikian menentukan buat diri-Nya yang apa sahaja yang Dia mansuhkan digantikannya dengan yang lebih baik atau yang sama baik.

Saturday, January 18, 2014

Aksara Jawa ( Kisah dalam Aksara Jawa )

Dalam kisah Aji Saka diceritakan bahwa Sembada dan Dora ditinggalkan di Pulau Majeti oleh Aji Saka untuk menjaga keris pusaka dan sejumlah perhiasan. Mereka dipesan agar tidak menyerahkan barang-barang itu kepada orang lain, kecuali Aji Saka sendiri yang mengambilnya. Aji Saka tiba di Medangkamulan, lalu bertahta di negeri itu. Kemudian negari itu termasyhur sampai dimana-mana. Kabar kemasyhuran Medangkamulan terdengar oleh Dora sehingga tanpa sepengatahuan Sembada ia pergi ke Medangkamulan. Di hadapan Aji Saka, Dora melaporkan bahwa Sembada tidak mau ikut, Dora lalu dititahkan untuk menjemput Sembada. Jika Sembada tidak mau, keris dan perhiasan yang ditinggalkan agar dibawa ke Medangkamulan.
Namun Sembada bersikukuh menolak ajakan Dora dan memperhatankan barang-barang yang diamanatkan Aji Saka.yang mempunyai arti filosofi
Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) 
Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha " sama " atau sesuai, jumbuh, cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu " menang, unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. 
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Thursday, January 16, 2014

hasil foto di petilasan empu supo

































Menurut cerita masyarakat sekitar petilasan ( desa pocung ), disini dulunya pada waktu zaman hindhu sebagai tempat persinggahan sementara eyang empu supo ( salahsatu pembuat keris majapatih ).
konon  katanya, petilasan ini ada hubungannya dengan masjid yang didepannya terdapat pohon asam ( daerah perum bringin ) oleh karena itu banyak pihak-pihak yang berkepentingan yang ingin merubuhkan atau menghancurkan rata dengan tanah tetapi tidak sanggup. banyak penampakan yang muncul pada siang hari, maupun malah hari, soalnya terdapat dari teropong gaib, dipetilasan tersebut terdapat sebuah kerajaan jin, yang pohon tersebut adalah sebagai gerbang istana yang megah itu.
Sangat disayangkan sekali, tempat ini banyak yang diselewengkan, seharusnya tempat buat beribadah tetapi malah dijadikan ajang kemusyrikan.
Seharusnya kita tidak meminta sesama makhluknya tetapi pada Allah SWT, yang telah menghidupkan kita didunia ini.