Showing posts with label modern. Show all posts
Showing posts with label modern. Show all posts

Sunday, December 7, 2014

DIMAHARKAN MANI GAJAH

DIMAHARKAN MANI GAJAH CAIR DAN
KRISTAL.



KEGUNAAN : dilihat orang menarik dan menawan, menambah kewibawaan dan kharisma, menambah daya tarik diri terhadap lawan jenis yg melihatnya, memantapkan bicara supaya pembicaraan mudah diterima orang, membuat lawan jenis menjadi penasaran ingin tahu, menundukkan dan meluluhkan atasan, melancarkan usaha jual beli dagangan dll.
BAGI YANG MAU MEMINANG BISA LANGSUNG HUB PIN 7FA0FF75

Saturday, January 18, 2014

Aksara Jawa ( Kisah dalam Aksara Jawa )

Dalam kisah Aji Saka diceritakan bahwa Sembada dan Dora ditinggalkan di Pulau Majeti oleh Aji Saka untuk menjaga keris pusaka dan sejumlah perhiasan. Mereka dipesan agar tidak menyerahkan barang-barang itu kepada orang lain, kecuali Aji Saka sendiri yang mengambilnya. Aji Saka tiba di Medangkamulan, lalu bertahta di negeri itu. Kemudian negari itu termasyhur sampai dimana-mana. Kabar kemasyhuran Medangkamulan terdengar oleh Dora sehingga tanpa sepengatahuan Sembada ia pergi ke Medangkamulan. Di hadapan Aji Saka, Dora melaporkan bahwa Sembada tidak mau ikut, Dora lalu dititahkan untuk menjemput Sembada. Jika Sembada tidak mau, keris dan perhiasan yang ditinggalkan agar dibawa ke Medangkamulan.
Namun Sembada bersikukuh menolak ajakan Dora dan memperhatankan barang-barang yang diamanatkan Aji Saka.yang mempunyai arti filosofi
Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ) 
Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha " sama " atau sesuai, jumbuh, cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu " menang, unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. 
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Thursday, January 16, 2014

hasil foto di petilasan empu supo

































Menurut cerita masyarakat sekitar petilasan ( desa pocung ), disini dulunya pada waktu zaman hindhu sebagai tempat persinggahan sementara eyang empu supo ( salahsatu pembuat keris majapatih ).
konon  katanya, petilasan ini ada hubungannya dengan masjid yang didepannya terdapat pohon asam ( daerah perum bringin ) oleh karena itu banyak pihak-pihak yang berkepentingan yang ingin merubuhkan atau menghancurkan rata dengan tanah tetapi tidak sanggup. banyak penampakan yang muncul pada siang hari, maupun malah hari, soalnya terdapat dari teropong gaib, dipetilasan tersebut terdapat sebuah kerajaan jin, yang pohon tersebut adalah sebagai gerbang istana yang megah itu.
Sangat disayangkan sekali, tempat ini banyak yang diselewengkan, seharusnya tempat buat beribadah tetapi malah dijadikan ajang kemusyrikan.
Seharusnya kita tidak meminta sesama makhluknya tetapi pada Allah SWT, yang telah menghidupkan kita didunia ini.