Showing posts with label komunikasi. Show all posts
Showing posts with label komunikasi. Show all posts

Sunday, May 25, 2014

PENGERTIAN DOA.

JANGANLAH KERANA KELAMBATAN MASA PEMBERIAN TUHAN KEPADA KAMU, PADAHAL KAMU TELAH BERSUNGGUH-SUNGGUH BERDOA, MEMBUAT KAMU BERPUTUS ASA, SEBAB ALLAH MENJAMIN UNTUK MENERIMA SEMUA DOA, MENURUT APA YANG DIPILIH-NYA UNTUK KAMU, TIDAK MENURUT KEHENDAK KAMU, DAN PADA WAKTU YANG DITENTUKAN-NYA, TIDAK PADA WAKTU YANG KAMU TENTUKAN.

Apabila kita berkehendak mendapatkan sesuatu sama ada duniawi mahupun ukhrawi maka kita akan berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Jika usaha kita tidak mampu memperolehinya kita akan meminta pertolongan daripada orang yang mempunyai kuasa. Jika mereka juga tidak mampu membantu kita untuk mencapai hajat kita maka kita akan memohon pertolongan daripada Allah s.w.t, menadah tangan ke langit sambil air mata bercucuran dan suara yang merayu-rayu menyatakan hajat kepada-Nya.

Selagi hajat kita belum tercapai selagi itulah kita bermohon dengan sepenuh hati. Tidak ada kesukaran bagi Allah s.w.t untuk memenuhi hajat kita. Sekiranya Dia mengurniakan kepada kita semua khazanah yang ada di dalam bumi dan langit maka pemberian-Nya itu tidak sedikit pun mengurangi kekayaan-Nya.

Andainya Allah s.w.t menahan dari memberi maka tindakan demikian tidak sedikit pun menambahkan kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Jadi, dalam soal memberi atau menahan tidak sedikit pun memberi kesan kepada ketuhanan Allah s.w.t. Ketuhanan-Nya adalah mutlak tidak sedikit pun terikat dengan kehendak, doa dan amalan hamba-hamba-Nya.
Dan Allah berkuasa melakukan apa yang di kehendaki-Nya. ( Ayat 27 : Surah Ibrahim ) Semuanya itu tunduk di bawah kekuasaan-Nya. ( Ayat 116 : Surah al-Baqarah )

Ia tidak boleh ditanya tentang apa yang Ia lakukan, sedang merekalah yang akan ditanya kelak. ( Ayat 23 : Surah al-Anbiyaa’ )

Sebahagian besar daripada kita tidak sedar bahawa kita mensyirikkan Allah s.w.t dengan doa dan amalan kita. Kita jadikan doa dan amalan sebagai kuasa penentu atau setidak-tidaknya kita menganggapnya sebagai mempunyai kuasa tawar menawar dengan Tuhan, seolah-olah kita berkata, “Wahai Tuhan! Aku sudah membuat tuntutan maka Engkau wajib memenuhinya. Aku sudah beramal maka Engkau wajib membayar upahnya!” Siapakah yang berkedudukan sebagai Tuhan, kita atau Allah s.w.t?

Sekiranya kita tahu bahawa diri kita ini adalah hamba maka berlagaklah sebagai hamba dan jagalah sopan santun terhadap Tuan kepada sekalian hamba-hamba. Hak hamba ialah rela dengan apa juga keputusan dan pemberian Tuannya.

Doa adalah penyerahan bukan tuntutan. Kita telah berusaha tetapi gagal. Kita telah meminta pertolongan makhluk tetapi itu juga gagal. Apa lagi pilihan yang masih ada kecuali menyerahkan segala urusan kepada Tuhan yang di Tangan-Nya terletak segala perkara. Serahkan kepada Allah s.w.t dan tanyalah kepada diri sendiri mengapa Tuhan menahan kita dari memperolehi apa yang kita hajatkan? Apakah tidak mungkin apa yang kita inginkan itu boleh mendatangkan mudarat kepada diri kita sendiri, hingga lantaran itu Allah s.w.t Yang Maha Penyayang menahannya daripada sampai kepada kita?

Bukankah Dia Tuhan Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang lagi Maha Mengetahui.
Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan Tadbiran-Nya, lagi Maha Mendalam Pengetahuan-Nya. ( Ayat 14 : Surah al-Mulk )
Dialah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, (dan Dialah jua) yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. ( Ayat 18 : Surah at-Taghaabun )
Apa sahaja ayat keterangan yang Kami mansuhkan (batalkan), atau yang Kami tinggalkan (atau tangguhkan), Kami datangkan ganti yang lebih baik daripadanya, atau yang sebanding dengannya. Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu? ( Ayat 106 : Surah al-Baqarah )

Allah s.w.t Maha Halus (Maha Terperinci/Detail), Maha Mengerti dan Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Allah s.w.t yang bersifat demikian menentukan buat diri-Nya yang apa sahaja yang Dia mansuhkan digantikannya dengan yang lebih baik atau yang sama baik.

Tuesday, January 28, 2014

Makna Aksara Jawa

Ha-Na-Ca-Ra-Ka = ada dua utusan

Da-Ta-Sa-Wa-La = saat menolak


Pa-Dha-Ja-Ya-Nya = sama sakti/didaya nyah


Ma-Ga-Ba-Tha-Nga = jadi bangkailah/mati




MAKNA HURUF

Ha
Hana hurip wening suci - adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci

Na
Nur candra,gaib candra,warsitaning candara-pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi

Ca
Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

Ra
Rasaingsun handulusih - rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani

Ka
Karsaningsun memayuhayuning bawana - hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam

Da
Dumadining dzat kang tanpa winangenan - menerima hidup apa adanya

Ta
Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa - mendasar ,totalitas,satu visi, ketelitian dalam memandang hidup

Sa
Sifat ingsun handulu sifatullah- membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan

Wa
Wujud hana tan kena kinira - ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas

La
Lir handaya paseban jati - mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi

Pa
Papan kang tanpa kiblat - Hakekat Allah yang ada disegala arah

Dha
Dhuwur wekasane endek wiwitane - Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar

Ja
Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya

Ya
Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi - yakin atas titah /kodrat Illahi

Nya
Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki - memahami kodrat kehidupan

Ma
Madep mantep manembah mring Ilahi - yakin - mantap dalam menyembah Ilahi

Ga
Guru sejati sing muruki - belajar pada guru nurani

Ba
Bayu sejati kang andalani - menyelaraskan diri pada gerak alam

Tha
Tukul saka niat - sesuatu harus dimulai - tumbuh dari niatan

Nga
Ngracut busananing manungso - melepaskan egoisme pribadi -manusia

Masalah penemu aksara jawa ini, ajisaka, mungkin bukan benar-benar nama orang, begitu juga dengan dua pembantunya, doro dan sembodo.
ajisaka kalau di pisah : aji artinya ilmu, saka artinya tiang,bisa diartikan sebagai ilmu-tiang.
maksudnya bisa macem-macem
*bahwa ilmu seharusnya tiang/penyangga segala urusan.
* bahwa mencari ilmu harus meniru sifat tiang, tegak lurus keatas, alias mendekatkan diri ke Sang Tunggal
* bahwa ilmu yang utama adalah pengabdian diri kepada Tuhan secara mutlak

Nah pembantunya : Dara adalah bohong, Sembada adalah Mencukupi.
Keduanya adalah gambaran cara pandang ekstrim, yang selalu jadi dualisme dalam diri kita.
Karena keduanya tercipta sama kuat, pertarungan antara keduanya adalah sepanjang jalan, hingga akhir hayat.

Thursday, April 11, 2013

Biography Syekh Abdul Qadir Jaelani



Berikut adalah biography lengkapnya.


Syekh Abdul Qadir Jaelani nama lenkap beliau Muhy al-Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al-Jaelani adalah orang Kurdi atau orang Persia ulama sufi yang sangat dihormati oleh ulama Sunni. Syekh Abdul Qadir dianggap wali dan diadakan penghormatan besar oleh kaum Muslim dari anak benua India. Di antara pengikut di Pakistan dan India, ia juga dikenal sebagai Ghaus-e-Azam. Ia lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 H, 1077 M selatan Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran atau tepatnya beliau lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M, sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliydan.


    Kelahiran, Silsilah dan Nasab
    Ada dua riwayat sehubungan dengan tanggal kelahiran al-Ghauts al_A'zham Syekh Abdul Qodir al-Jilani Amoli. Riwayat pertama yaitu bahwa ia lahir pada 1 Ramadhan 470 H. Riwayat kedua menyatakan Ia lahir pada 2 Ramadhan 470 H. Tampaknya riwayat kedua lebih dipercaya oleh ulama. Silsilah Syekh Abdul Qodir bersumber dari Khalifah Sayyid Ali al-Murtadha radiiyallahu'anhu, melalui ayahnya sepanjang 14 generasi dan melaui ibunya sepanjang 12 generasi. Syekh Sayyid Abdurrahman Jami rah.a memberikan komentar mengenai asal usul al-Ghauts al-A'zham radiiyallahu'anhu sebagi berikut : "Ia adalah seorang Sultan yang agung, yang dikenal sebagi al-Ghauts al-A'zham. Ia mendapat gelar sayyid dari silsilah kedua orang tuanya, Hasani dari sang ayah dan Husaini dari sang ibu". Silsilah Keluarganya adalah Sebagai berikut : Dari Ayahnya(Hasani): Syeh Abdul Qodir bin Abu Shalih bin Abu Abdillah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah Tsani bin Musa al-Jaun bin Abdul Mahdhi bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam Dari ibunya(Husaini) : Syeh Abdul Qodir bin Ummul Khair Fathimah binti Abdullah Sum'i bin Abu Jamal bin Muhammad bin Mahmud bin Abul 'Atha Abdullah bin Kamaluddin Isa bin Abu Ala'uddin bin Ali Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja'far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Zainal 'Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam


PERJALANAN HIDUP Syekh Abdul Qadir Jaelani

    Masa Muda
    Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al-Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al-Ghazali.

    Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama’ seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra’ dan juga Abu Sa’ad Al Muharrimi . Beliau belajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama’. Suatu ketika Abu Sa’ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim disana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang yang ada tersebut. Banyak sudah orang yang bertaubat setelah mendengar nasehat beliau. Banyak orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang ke sekolah beliau, sehingga sekolah itu tidak muat menampungnya.

    Murid Murid
    Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam, Syeikh Qudamah, penyusun kitab fiqih terkenal al Mughni.

    Perkataan Ulama tentang Beliau
    Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani sampai beliau meninggal dunia. (Siyar A'lamin Nubala XX/442).

    Syeikh Ibnu Qudamah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir menjawab, "Kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Ia menempatkan kami di sekolahnya. Ia sangat perhatian terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Ia senantiasa menjadi imam dalam salat fardhu."

    Tentang Karamahnya
    Syeikh Abdul Qadir al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh para syeikh, ulama, dan ahli zuhud. Ia banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi, ada seorang yang bernama al Muqri' Abul Hasan asy Syathnufi al Mishri (nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir al Lakhmi asy Syathnufi) yang mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir al Jailani dalam tiga jilid kitab. Al Muqri' lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya).

    "Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar", demikian kata Imam Ibnu Rajab. "Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh dari agama dan akal, kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas, seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah mati, dan sebagainya. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani rahimahullah."

    Kemudian didapatkan pula bahwa al Kamal Ja'far al Adfwi (nama lengkapnya Ja'far bin Tsa'lab bin Ja'far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal al Adfawi), seorang ulama bermadzhab Syafi'i. Ia dilahirkan pada pertengahan bulan Sya'ban tahun 685 H dan wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452. al Kamal menyebutkan bahwa asy Syathnufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini.(Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah as Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa'dah 1415 H / 8 April 1995 M.).

    Karya
    Imam Ibnu Rajab juga berkata, "Syeikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah."

    Karya karyanya :

        Tafsir Al Jilani
        al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq,
        Futuhul Ghaib.
        Al-Fath ar-Rabbani
        Jala' al-Khawathir
        Sirr al-Asrar
        Asror Al Asror
        Malfuzhat
        Khamsata "Asyara Maktuban
        Ar Rasael
        Ad Diwaan
        Sholawat wal Aurod
        Yawaqitul Hikam
        Jalaa al khotir
        Amrul muhkam
        Usul as Sabaa
        Mukhtasar ulumuddin

    Murid-muridnya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasihat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Ia membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah.

    Ajaran-ajaranya
    Sam'ani berkata, " Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Ia seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau." Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A'lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut,"Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat."

    Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, "Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau."( Siyar XX/451 ). Imam Adz Dzahabi juga berkata, " Tidak ada seorangpun para kibar masyayikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak di antara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi".

    Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil,hal.136, " Aku telah mendapatkan aqidahnya ( Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani ) di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. (Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94) Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang Salafi. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf." (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa'dah 1415 H / 8 April 1995 M.)

    Awal Kemasyhuran
    Al-Jaba'i berkata bahwa Syeikh Abdul Qadir pernah berkata kepadanya, "Tidur dan bangunku sudah diatur. Pada suatu saat dalam dadaku timbul keinginan yang kuat untuk berbicara. Begitu kuatnya sampai aku merasa tercekik jika tidak berbicara. Dan ketika berbicara, aku tidak dapat menghentikannya. Pada saat itu ada dua atau tiga orang yang mendengarkan perkataanku. Kemudian mereka mengabarkan apa yang aku ucapkan kepada orang-orang, dan merekapun berduyun-duyun mendatangiku di masjid Bab Al-Halbah. Karena tidak memungkinkan lagi, aku dipindahkan ke tengah kota dan dikelilingi dengan lampu. Orang-orang tetap datang di malam hari dengan membawa lilin dan obor hingga memenuhi tempat tersebut. Kemudian, aku dibawa ke luar kota dan ditempatkan di sebuah mushalla. Namun, orang-orang tetap datang kepadaku, dengan mengendarai kuda, unta bahkan keledai dan menempati tempat di sekelilingku. Saat itu hadir sekitar 70 orang para wali radhiallahu 'anhum]].

    Dalam beberapa manuskrip didapatkan bahwa Syeikh Abdul Qadir berkata, "Sebuah suara berkata kepadaku saat aku berada di pengasingan diri, "kembali ke Baghdad dan ceramahilah orang-orang". Aku pun ke Baghdad dan menemukan para penduduknya dalam kondisi yang tidak aku sukai dan karena itulah aku tidak jadi mengikuti mereka". "Sesungguhnya" kata suara tersebut, "Mereka akan mendapatkan manfaat dari keberadaan dirimu". "Apa hubungan mereka dengan keselamatan agamaku/keyakinanku" tanyaku. "Kembali (ke Baghdad) dan engkau akan mendapatkan keselamatan agamamu" jawab suara itu.

    Aku pun membuat 70 perjanjian dengan Allah. Di antaranya adalah tidak ada seorang pun yang menentangku dan tidak ada seorang muridku yang meninggal kecuali dalam keadaan bertaubat. Setelah itu, aku kembali ke Baghdad dan mulai berceramah.

    Hubungan Guru dan Murid
    Syeikh Abdul Qadir berkata, "Seorang Syeikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.

    Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar (menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).
    Dua karakter dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam yaitu penyayang dan lembut.
    Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.
    Dua karakter dari Umar yaitu amar ma'ruf nahi munkar.
    Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur.
    Dua karakter dari Ali yaitu alim (cerdas/intelek) dan pemberani.


    Masih berkenaan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang dinisbatkan kepadanya dikatakan:

    Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syeikh maka ia adalah Dajjal yang mengajak kepada kesesatan.
    Dia harus sangat mengetahui hukum-hukum syariat zhahir, mencari ilmu hakikah dari sumbernya, hormat dan ramah kepada tamu, lemah lembut kepada si miskin, mengawasi para muridnya sedang ia selalu merasa diawasi oleh Allah.
    Syeikh Abdul Qadir juga menyatakan bahwa Syeikh al Junaid mengajarkan standar al Quran dan Sunnah kepada kita untuk menilai seorang syeikh. Apabila ia tidak hafal al Quran, tidak menulis dan menghafal Hadits, dia tidak pantas untuk diikuti.
    Syeikh Abdul Qadir berkata, "Kalimat tauhid akan sulit hadir pada seorang individu yang belum di talqin dengan zikir bersilsilah kepada Rasullullah oleh mursyidnya saat menghadapi sakaratul maut".
    Karena itulah Syeikh Abdul Qadir selalu mengulang-ulang syair yang berbunyi: Wahai yang enak diulang dan diucapkan (kalimat tauhid) jangan engkau lupakan aku saat perpisahan (maut).

    Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syeikh Abdul Qadir menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di Padang Pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Abdul Wahab (552-593 H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga dipimpin anak kedua Syeikh Abdul Qadir, Abdul Razaq (528-603 H/1134-1206 M), sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H/1258 M.

    Syeikh Abdul Qadir juga dikenal sebagai pendiri sekaligus penyebar salah satu tarekat terbesar didunia bernama Tarekat Qodiriyah.

    Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M.


 Assalamualaikum.............

Friday, January 4, 2013

Rahasia mengapa Orang bisa berjalan diatas api



Aksi atau permainan berjalan di atas bara api tanpa mengalami luka sudah sering kita lihat. Ada dugaan orang-orang yang melakukan itu menggunakan sihir karena tubuhnya tidak hangus berjalan di atas api. Tapi ada penjelasan ilmiah kenapa seseorang bisa berjalan di atas bara api tanpa terbakar?

Yang pertama, kebanyakan aksi berjalan di atas api mengggunakan api yang berasal dari potongan kayu. Potongan-potongan kayu ini terdiri dari banyak senyawa karbon, beberapa molekul organiknya mudah menguap termasuk menguapkan air.

Molekul organik ini akan mudah untuk menguap jika dipanaskan, karena panas yang dikeluarkan oleh api akan menguapkan semua senyawa organik volatil (mudah menguap) dan juga air. Sehingga yang didapatkan hanya senyawa karbon yang hampir murni dan karbon adalah merupakan salah satu unsur yang ringan.

Struktur dari karbon ringan merupakan penghantar panas yang buruk, sehingga dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk mentransfer panas dari bara ke kulit seseorang.
Tapi jika bara yang dihasilkan berasal dari bahan logam, maka perpindahan panas akan terjadi dalam waktu seketika dan seseorang akan mendapatkan luka bakar parah.
Kedua, abu yang dihasilkan dari proses pembakaran juga bisa bertindak sebagai penghambat panas atau lapisan isolator, sehingga perpindahan panas ke kulit seseorang akan menjadi lebih lambat.
Bukan berarti tidak mungkin terbakar sama sekali, karena perpindahan panas masih bisa terjadi. Jika seseorang berdiri diam di atas bara selama beberapa waktu, maka orang tersebut pasti akan mendapatkan luka bakar yang cukup serius.

Namun jika seseorang membatasi kontak kulitnya dengan bara api misalnya dalam jangka waktu yang sangat singkat atau berjalan dengan cepat, maka kaki tidak akan mendapatkan panas yang cukup untuk membakar kulitnya.

Itulah kenapa aksi-aksi berjalan di atas api memang tidak membuat seseorang terbakar. Tapi memang tidak mudah melakukannya dan dibutuhkan keahlian tertentu.
Luka bakar sendiri akan terjadi jika tubuh terpapar oleh suatu zat yang bersuhu tinggi dan salah satu penyebab utama kecelakaan luka bakar adalah terpapar api.

Berdasarkan derajat kerusakan jaringan, maka luka bakar dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:
Luka bakar derajat 1, yakni kerusakan pada lapisan epidermis yang ditandai dengan bengkak ringan di daerah tersebut, kulit kemerahan dan luka lecet.
Luka bakar derajat 2, yakni kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis (lapisan kulit yang lebih dalam), timbul rasa nyeri, infeksi dan terkadang dehidrasi.
Luka bakar derajat 3, yakni kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis, mengenai lapisan otot dan tulang serta terjadi infeksi.


Saturday, December 22, 2012

Kesepakatan Setan dengan Dukun


Kesepakatan itu seringkali terjadi antara tukang sihir dan syaitan dari para pemuka kabilah jin dan syaitan, sehingga sang pemuka ini akan mengeluarkan perintah kepada anggota kabilah yang paling bodoh untuk melayani si tukang sihir ini serta mentaatinya dalam menjalankan semua perintahnya, yaitu memberitahukan berbagai hal yang telah terjadi atau melakukan upaya memisahkan dua belah pihak atau menyatukan cinta dua orang, atau menghalangi seorang suami agar tidak dapat mencampuri istrinya dan sebagainya.
Selanjutnya si tukang sihir mengerahkan jin ini untuk mengerjakan perbuatan jahat yang dia inginkan. Jika si jin tidak mentaatinya, maka dia akan mendekati pemuka kabilah jin itu dengan menggunakan berbagai macam jimat yang isinya berupa pengagungan pemuka kabilah ini seraya meminta pertolongan kepadanya dengan menyisihkan Allah Ta'ala. Maka, si pemuka jin inipun segera memberikan hukuman kepada jin tersebut dan menyuruhnya agar mentaati si tukang sihir atau dia akan menggantikan dengan jin yang lain untuk melayani tukang sihir yang musyrik itu.
Oleh karena itu kita bisa mendapatkan hubungan antara tukang sihir dengan jin yang ditugaskan untuk melayaninya sebagai hubungan kebencian dan permusuhan. Dan dari sini kita akan dapatkan bahwa jin tersebut seringkali menyakiti istri dan anak-anak tukang sihir itu atau mengganggu harta bendanya atau yang lainnya. Bahkan, terkadang jin itu menyakiti tukang sihir itu sendiri tanpa disadarinya, misalnya pusing yang terus-menerus, gangguan yang sering muncul pada saat tidur, atau kecemasan pada malam hari dan lain sebagainya. Bahkan seringkali tukang sihir yang hina tersebut tidak punya anak, karena jin yang melayaninya telah membunuh janin yang masih ada di dalam rahim sebelum penciptaannya sempurna. Yang demikian itu sudah sangat populer di kalangan para tukang sihir, bahkan sebagian mereka ada yang meninggalkan profesi tukang sihir ini agar mereka bisa mendapatkan keturunan.

Friday, December 21, 2012

Cara Melihat Setan (setan Anak-Anak)



Cara ngeliatnya

-Buka kaos,hanya pake celana,usahakan,celana pendek,Untuk Cewe,Kebalikannya,Buka Celana,Tapi Pake Baju Panjang,[Jangan Sampe anu-nya keliatan,malah Gak bisa keliatan nantinya

-Terus,Ambil Baskom,Sama Lilin,Kalo bisa,lilin masih baru

-Nyalain lilinnya
-Isi Baskom Pake Air,Jangan Air Panas,atau Hangat,Air Dingin,jangan pake es batu!

-pegang lilin,

-pejamkan mata, 13 Detik

-Buka Mata,Lalu Katakan "Kembali Lah,Kami Tidak Akan Mengganggu Mu"

-Nanti,Akan Muncul Beberapa Setan,Setan Anak-anak,kalo mereka nyamperin,diemin aja,jangan di gertak,nanti emaknya marah,
Cara Ini Tidak Berlaku untuk melihte setan Dewasa [umur 100 keatas]
hanya berlaku untuk melihat setan anak-anak


Kalo mau nyobain,harus ada temennya,


Telah Terbukti

Thursday, December 20, 2012

Cara Melihat Kembaran Gaib Kita


Agan pernah denger kan kalo kite punya kembaran gaib? 
Nah, berikut cara lihat kembaran gaib, ada 8 langkah:

1. cabut 7 helai rambut kepala.

2. Ambil 7 potongan kuku tangan atau kaki

3. terus anda taro tuh semua di sehelai kain putih (apa aja, yg penting putih).

4. Udah gitu agan gulung deh kain putih yang ada isinya tadi.

5. Ambil jeruk purut, satu aja, Anda peras mpe abis. 

6. Air perasan tadi Anda tetesin di gulungan kain putih.

7. Gulungan kain tadi Anda taro ditaman atau halaman rumah, dimana aja yg penting deket pager rmh, kalo bisa jangan ketauan orang lain, ga perlu ditanam taro aja diantara tumbuhan.

8. tungguin aja 7 hari, ntar kembaran Anda dateng, ga sampe malem kedelapan, dia bisa muncul dimana aja, ga ganggu, cuma muncul sepintas, biasanya kembaran itu niru apa yang udah pernah kita kerjakan atau yang lagi kita kerjakan, dia ga bisa diliat ma orang lain, cuma kita sendiri.


Monday, December 3, 2012

macam-macam chakra


Chakra atau disebut titik awal pemusatan energy dan Chakra bukan olah ilmu. Setiap manusia memiliki chakra itu, tetapi banyak orang tidak peduli tentang potensinya. Pengakfifannya pun cukup mudah tinggal kita olah batin. Tetapi sebaiknya jika anda ingin membuka aliran chakra tersebut, sebaiknya dibimbing oleh orang ahlinya. Jika salah kerusakannya cukup fatal, yaitu hilang daya kekuatan chakra tersebut.
Jika hal itu terjadi dan menimpa anda jangan khawatir dan berputus asa, daya chakra itu dapat bisa diisi kembali kok, walaupun cukup lama mengisinya, tapi tergantung daya isinya sih. Chakra dipadukan dengan ilmu islam jawa itu sangat memiliki kecocokan 99,9%. Chakra dibedakan menjadi beberapa diantaranya adalah chakra tangan, chakra leher, chakra mata, chakra ubun-ubun, chakra punggung, chakra hati (pulong ati) dan setiap chakra memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Berikut penjelasannya :

1.  Chakra  tangan: terletak dibagian telapak tangan kita. Berfungsi sebagai pengumpul dan penyedot energy serta pendeteksi benda pusaka.
2.      Chakra leher: terletak dibagian tengah leher.
3.    Chakra mata; terletak dibagian kedua mata. Berfungsi untuk mendeteksi dan melihat makhluk halus, beda dengan mata bathin.
4.      Chakra hidung: terletak dilubang hidung. Berfungsi untuk mencium bau dari makhluk halus.
5.      Chakra ubun-ubun: terletak dikepala bagian atas. Berfungsi untuk penerima ilham atau firasat.
6.  Chakra punggung: terletak dibagian tulang belakang. Berfungsi untuk berkomunikasi dan bertemu dengan makhluk halus.
7.    Chakra hati (pulong ati): terletak dibagian bawah tulang rusuk. Berfungsi untuk pengkontrol semua chakra yang sudah aktif.
8.      Chakra kaki: terletak ditelapak kaki. Berfungsi untuk menyimpan energi dikaki agar supaya bisa berjalan cukup lama dan tanpa terasa lelah sedikitpun.
9.      Dan Chakra di no. ini cari sendiri ya.

Aku si wedana


  1. Jika mantra ini dibaca maka isteri kita akan bertambah sayang dan mencintai. Seakan tidak mau ditinggal pergi agak lama. Isteri anda akan selalu mengenang pada anda.
Syarat-syaratnya :
Melakukan puasa mutih selama 4 hari dan dilanjutkan dengan patigeni selama sehari semalam, disaat anda melakukan patigeni bacalah mantranya sebanyak-banyaknya.
Mantranya :
"Aku si wedana,
heh wedana kowe tak kongkon,
Jupukno atine si jabang bayi, warno karo atiku rokhe rokhku,
Nyawane nyawaku, sukmane sukmaku, badane badanku,
Preg mati durung mati sidan edan
Durung edan sida nglamong,
Ora waras si jabang bayine yen ora aku sing ngusadani,
Teka welas asih,
Si jabang bayine....(sebut nama isteri)
Asih saking kersaning Allah."

Sunday, December 2, 2012

MAKNA WARNA AURA




1. WARNA MERAH

Aura warna merah adalah berani atau panas, warna energi yg kuat, melambangkan api dan daya kreatif primer. orang dengan warna aura ini cenderung penuh dengan vitalitas hidup, dengan kepribadian meledak-ledak dan cenderung brangasan akan tetapi dinamis dan mencerminkan amarah, kebencian dan pribadinya penuh perubahan tak terduga.

2. WARNA KUNING

Warna kuning adalah warna panas dan merupakan salah satu diantara warna-warna aura yang kuat pancarannya dan mudah dilihat. kuning melambangkan kesuksesan, keberhasilann dan optimisme, pemiliknya penuh dengan ide-ide ofensif, keceriaan dan daya intelektualitas yang tinggi. cenderung mempunyai kepekaan batin tinggi. ada kemampuan CLAIRVOYANCE ( tahu sebelum terjadi), perfeksionis ( Semua ingin serba sempurna).

3. WARNA JINGGA

Warna jingga adalah juga warna panas. si pemiliknya memancarkan daya cipta khayal yang tinggi. pikiran dan kesadaran pemiliknya berpadu dengan baik sehingga sering memunculkan karya cipta yang adiluhung. mempunyai intuisi baik dan dalam hidupnya sering bertanya-tanya tentang makna kehidupan.

4. WARNA HIJAU

Warna hijau mencerminkan kejujuran, keluguan, dapat dipercaya, kepribadian handal dan terbuka. cenderung berwatak sosial dan belas asih terhadap sesama.

5. WARNA BIRU

Warna biru adalah warna dingin, lambang keteduhan, ketenangan dan kedamaian, mencerminkan ketulusaan, kebenaran dan kerisauan. pemilik warna ini berkepribadian tenang , teduh dan matang.

6. WARNA ORANYE

Wana Oranye adalah warna keceriaan dan kehangatan, berpengaruh pada emosi dan imajinasi dan kreatifitas pemiliknya.

7. WARNA COKLAT

Warna coklat mencerminkan keseriusan, kerajinan pada pekerjaan yang dikerjakannya dan keseimbangan ( telaten) untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

8. WARNA PUTIH

Warna putih adalah warna kesucian . pemiliknya berisi pada kebersihan batin dan penuhnya unsur-unsur kebenaran dalam diri pemiliknya.

BIRU MUDA ;
Mencerminkan kreatifitas dan imajinasi serta intuisi yg baik, warna ini menunjukkan pula kepekaan dan perhatian pemiliknya pada dunia spiritual dan supranatural.

ORANYE MUDA;
Memperlihatkan kurangnya daya imajinasi dan kreatifitas pemiliknya.

ORANYE TUA;
Sering mempengaruhi si pemilik warna ini bertindak berlebihan dalam berbagai hal seperti egois, suka ingin menang sendiri.

ILMU BUKA AURA REJEKI


"Salallahu alaihi wasallah-salallahu alaihi wasallam-salallahu alaihi wasallam. Bismillah sengaja aku mandi air tujuh wangi harum. Mandikan tujuh aura tubuhku. Memancar cahaya meliputi tubuh jasmaniku. Terbuanglah sial ditubuhku. Dibukakan Allah rezkiku-dibukakan allah rezkiku. Dari masrik sampai ke magrib rezki datang kepada aku. Seperti air pasang dilaut tiada berperhentian rezeki datang kepada aku. Seperti air cucur turun dari atas gunung tiada berperhentian rezki datang kepada aku. Bertimbun-timbun berdamai-damai rezki datang kepada aku. Menjadi beras padiku-menjadi emas perakku rezki datang kepada aku. Berkat aku memakai doa pengasih pemikat yang terkandung dalam tubohku. Berkat tuah izin guruku. Berkat lailahailallah Muhammaddarasulullah.

Caranya:
Dibaca sebanyak 7x sebelum mandi air yang sudah ditambah minyak 7 warna atau air tujuh harum-haruman.
Pada air juga boleh dilengkapi dengan dimasukkan unsur bunga-bunga yang indah dan semerbak mewangi sebanyak 7 bunga.
Sebelum mandi buka aura khusus muslim di haruskan “Mandi Junub Membuang Hadast Besar” terlebih dahulu dengan air suci lagi menyucikan dan sesudah mandi buka aura diharuskan “Ambil Air wudhu” untuk menyucikan diri dari hadast kecil.
Ilmu diatas meski bernuansa islami tetapi dalam bait-bait ilmu boleh di kurangi dan ditambahi sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Khusus yang beragama islam setelah mandi diharuskan sholat sunnat istikhoroh dan sholat sunnat hajat, masing-masing sholat dua rekaat.

AJIAN KAWIN SUKMA KAWIN BATIN


Ajian ini merupakan pengasihan yang bisa di gunakan oleh laki-laki atau perempuan, karena sejatinya ajian ini memberdayakan saudara yang 4 untuk mempengaruhi hati dan batin seseorang.konon menurut sesepuh yang pernah saya temui, ajian di ciptakan oleh pangeran Adi Poday ayahanda Joko Tole. Bagi saudara yang mau mengamalkan dipersilahkan saya ikhlas asal digunakan bukan untuk maksiat. Kesuksesan suatu amalan apapun tergantung pada kuatnya keyakinan dan kebersihan niat kita serta istiqomah dan ke ajegan hati kita lurus pada sang kholiq, khusuk dan tidak tergesa gesa! itulah pesan rahasia dimana ketika Rosulullah untuk mendapatkan wahyu pertama kali beliau melakukan uzlah tidak hanya 3-7 malam khan? kecuali kita sebagai ummatnya kita berharap dan dengan syafaatnya insyaallah 3-7 bisa nyata.
TAWASSUL: Nabi Muhammad Malaikat Jibril Mikail Isrofil ‘Izroil Nabi Adam AS dan Siti Hawa Nabi Sulaiman,Nabi Daud Para Waliyullah Pangeran Adi Poday Kedua Orang Tua Pengamal Kedua Orang Tua Target Si Target Saudara Kita Yang 4 (terserah sesuai dengan kebiasaan pengamal menyebut apa)* Kalau dimadura sebutan saudara yang 4 bermacam macam: Sariya, Nuriya, Rohanna dan Rohanni Karamang, Katibing, Kapala dan Katubah Amarah, Sufiyah, Muthma’innah dan Luwamah Tamonih,Tontonan,Oreh dan Totop Jabrail, Makail,Isrofil dan ‘Izroil
Lalu membaca Membaca Syahadat 3x
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM SUKMA RASA SUKMU RANTING RANTANG RANTING DHULUR PAPAT LEMA’ BADHAN. JABROIL MIKAIL ISROFIL ‘IZROIL, PAKABIN AKI SOKMA SENGKO’ SARENG SOKMANAH……….(NAMA TARGET). ………(TARGET) SE AMIMPEYAH TEDUNG BHAN SENGKO’, PANAPA’ AKI ANGIN SALEBUNG MALEM SATEYAH DHA’……….(TARGET). ……(TARGET) LAMUN TEDUNG GETTAK PANGIDING AKI, BHAN SE ASOWARA_AH SENGKO’ BHAN SE AROPA_AH SENGKO’. ATENAH SENGKO’ EKA ATEYAH…..…(TARGET) ATENAH…..(TARGET) EKA ATEYAH SENGKO’. TEKKA_AH POSANG ALENGSANG JABANG BAYINAH……(TARGET) DHA’ KASENGKO’. KABIN BATIN KERSANING ALLAH LAA ILAAHA ILLALLAH BERKUAT MUHAMMADAR ROSULALLAH.(minimal 121 x yang penting ganjil)
Kira-kira artinya begini: (sukma rasa sukmu ranting rantang rantig saudara yang 4 yang ke 5 badan.jibril makail isrofil izrol.kawinkan sukmaku dengan sukmanya…….(target). …….(target) agar bermimpi tidur denganku, sampaikan wahai angin puting beliung malam ini kepada…..(target). ……(target) kalau tidur gertaklah dan bangunkan dia, dengan bersuara suara aku dengan wajah berupa aku.hatiku menjadi hatinya……(target) hatinya…..(target) menjadi hatiku. biar dia bingung tidak tahu arah jabang bayinya…..(target) kepadaku.kawin batin karena ALLAH. Tiada Tuhan Selain Allah Berkuat Muhammad Utusan Allah)
CARA MENGAMALKAN: Sediakan Kemenyan Putih secukupnya Kemenyan tersebut dibakar saat mengamalkan Saat matahari mau tenggelam dan mau terbit juga membakar kemenyan sambil membaca Ajiannya 11x tanpa tawassul. Setiap malam selama 7 malam tanpa putus ajiannya di baca 121x. Di amalkan diluar rumah dan jangan lupa pegang fotonya. Sebelum mengamalkan pengamal harus ketemu dengan si target sekalipun tidak ngomong apa apa yang penting si target sudah melihat si pengamal.

Saturday, December 1, 2012

Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen


Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib berdasarkan fungsinya. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi ini. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.

   1.      Ilmu Kanuragan
ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu yang didapat dari perguruan silat. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll.
   2.      Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan
 Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.
   3.      Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo
Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.
   4.      Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.
   5.      Ilmu Permainan (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.
   6.      Ilmu Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. 

Tiga Aspek Cara Penurunan Ilmu Ghaib


Ada tiga hal yang menyebabkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Yaitu:
   1.      Menjalankan Tirakat.
Tirakat adalah bentuk olah rohani atau olah batin khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya, karena berhasil atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan.
   2.      Pengisian.
Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara pengisian. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.
  3.      Warisan Keturunan.
 Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati, susah dapat rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin, tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja, hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Jadi bukan karena Ilmunya. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya, bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah.

Pengertian Ilmu Gaib


Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa, sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata.
Beberapa kalangan orang beranggapan orang yang memiliki ilmu gaib atau kesaktian itu sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci itu terlalu dini untuk disimpulkan. Karena  keajaiban atau karomah yang ada pada Waliyullah (orang suci kekasih Tuhan) berbeda dengan orang yang memiliki ilmu gaib atau kesaktian itu.
Waliyullah tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. orang yang memiliki ilmu gaib atau kesaktian itu, selalu meminta kepada Allah agar melimpahkan kekuasaan-Nya untuk keperluan individu atau orang lain itu pun atas ijin dari-Nya.
Di Indonesia, Ilmu Gaib dibagi menjadi dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Dikarenakan Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam.
Aliran Islam Jawa tumbuh subur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said).
Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga.
Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.

Friday, November 30, 2012

Ajian Waringin Sungsang


            Ajian Waringin Sungsang ini merupakan salah satu “puncak ilmu” kejadukan/ kanoman kanuragan yang dimiliki oleh para pendekar digdaya masa lalu. Ajian Waringin Sungsang memiliki efek yang sangat mematikan. Siapa yang diserang ajian ini akan terserap energi kesaktiannya dan mengalami lumpuh hingga akhirnya roboh tidak berdaya. Dan dengan memiliki ajian ini muncul energi pertahanan kekuatan tubuh yang sangat hebat. Maka, para pendekar yang memiliki Ajian Waringin Sungsang ini bisa dipastikan akan disegani kawan sesama pendekar maupun musuh.
            Ajian Waringin Sungsang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Dia juga menciptakan banyak ilmu kedigdayaan lain seperti aji lembu sekilan dan lainnya. Kenapa Sunan Kalijaga menciptakan ilmu kedigdayaan yang begitu banyak? Salah satu alasan logisnya yaitu pada masa itu banyak kejahatan dari golongan pendekar yang beraliran ilmu hitam dan banyaknya ahli sihir yang mempraktekkan ilmu-ilmu sihir yang menggunakan kekuatan buruk. Mereka berkuasa dan ditakuti oleh masyarakat awam.
Untuk menaklukkan kalangan pendekar berilmu hitam dan meyakinkan kepada masyarakat umum bahwa sumber kekuatan ilmu kanuragan tetap dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini terlihat dari rapal-rapal ilmu kedigdayaan ciptaan Sunan Kalijaga selalu bernuansa religius dan menyertakan “nama” Tuhan.
Ajian Waringin Sungsang memiliki falsafah yang mendalam. Waringin Sungsang berarti pohon beringin yang terbalik dimana akarnya berada di atas, seperti pohon kalpataru. Pohon waringin sungsang ini bermakna sumber kehidupan segala yang ada, sumber kebahagiaan, keagungan, serta sumber asal mula kejadian. Maka pohon ini juga disebut pohon purwaning dumadi atau pohon sangkan paran.
Di dalam waringin sungsang, juga terdapat ular yang melilit pohon tersebut. Ini melambangkan jasmani dan rohani yang telah menyatu dalam perilaku. Maka, seorang pendekar pemilik ilmu waringin sungsang ini adalah orang yang sudah manunggal atau menyatu kehendak lahir dan kehendak batinnya. Ilmu ini hanya dimiliki oleh para pendekar sepuh atau ‘tua’ sehingga tidak digunakan sembarangan karena efeknya yang melumpuhkan.
Pohon berasal dari kayu atau kayon, berasal dari bahasa Arab ‘khayyu’ yang artinya hidup. Dalam ilmu kalam ‘khayyu’ hanya merupakan sifat sejatinya Tuhan. Di dalam Al Quran dinyatakan; “Allahu la illaha illa huwal hayyu qayyum” yang artinya Tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya. (QS, 2, 255).
Karena begitu tingginya falsafah yang terkandung dalam ajian Waringin Sungsang ini, maka hanya kepada para pendekar yang sudah “menyelesaikan” urusan diri sendirilah ilmu ajian ini boleh diwariskan.


Ajian Waringin Sungsang dirapalkan sebagai berikut:
Sun amatek ajiku Waringin Sungsang
wayahipun tumuruna, ngaubi awak mami, tur tinuting bala, pinacak suji kembar, pipitu jajar maripit, asri yen siyang, angker kalane wengi.
Duk samana akempal kumpuling rasa, netraku dadi dingin, netra ningsun emas, puputihe mutyara, ireng-ireng wesi manik, ceploking netra, waliker uda ratih.
Idep ingsun kekencang bang ruruwitan, alisku sarpa mandi, kiwa tengen pisan, cupakku surya kembar, kedepku pan kilat tatit, kang munggeng sirah, wesi kekenten adi.
Rambut kawat sinomku pamor anglayap, batuk sela cendani, kupingku salaka, pilingan ingsun gangsa, irungku wesi duaji, pasu kulewang, pipiku wesi kuning.
Watu item lungguhe ing janggut ingwang, untuku rajeg wesi, lidah wesi abang, aran wesi mangangkang, iduku tawa sakalir, lambeku iya, sela matangkep kalih.
Guluku-ningsun paron wesi galigiran, jaja wesi sadacin, pundak wesi akas, walikat wesi ambal, salangku wesi walulin, bauku denda, sikutku pukul wesi.
Asta criga epek-epek ingsun cakra, cakar wok jempol kalih, panuduh trisula, panunggulku musala, mamanisku supit wesi, jentikku iya, ingaran pasopati.
Bebokongku sela ageng kumalasa, akawet wesi gilig, ebol-ingsun karah, luput denda kang tinja, balubukan entut mami, uyuhku wedang, dakarku purasani.
Jembut kawat gantungaku wesi mentah, walakang wesi gapit, pupu kalataka, sungsum ingsun gagala, ototku gungane wesi, ing dalamkan, ingaran kaos wesi.
Sampun pepak sarira-ningsun sadaya, samya pangawak wesi, pan ratuning braja, manjing aneng sarira, tan ana braja ndatengi, dadya wiyana, ayu sarira mami.
Ana kidung sun-angidung bale anyar, tanpa galar asepi, ninis samun samar, patining wuluh kembang, siwur burut tanpa kancing, kayu trisula, gagarannya calimprit.
Sumur bandung sisirah talaga mancar, tibeng jaja ajail, dinding endas parah, ulur-ulur liweran, tatambang jaringing maling, dadal dadnya, gagulung ing gagapit.
Naga raja pangawasan manik kembang, kembang gubel abaji, tajem neng kandutan, udune sarwi nungsang, kurangsangan angutipil, angajak-ajak.”